MENULIS BUKU AJAR
Senin, 20 Februari 2023
PERTEMUAN KBMN PGRI ANGKATAN 28
2. Pentingnya BA dalam pembelajaran
3. Buku Ajar dan Buku Hasil Penelitian/Hasil Pemikiran
4. Cara Penulisan Buku Ajar
5. Prinsip-prinsip Pemilihan Materi Buku Ajar
Yang pertama kita sebagai penulis buku adalah menguasai penguasaan ilmu, kemampuan berbahasa, dan yang paling penting adalah punya komitmen
Bahan ajar vs buku ajar
1. Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/dosen dan mahasiswa dalam kegiatan belajar-mengajar. Bahan ajar dapat berupa bahan tertulis atau pun tidak tertulis.
2. Bahan ajar adalah kumpulan materi yang disusun secara sistematis baik tertulis maupun tidak tertulis sehingga dapat terciptanya lingkungan dan suasana yang memungkinkan peserta didik untuk belajar.
3. Bahan Ajar Cetak • Buku Teks, •Buku Referensi, dan Monograf,
•Bahan Ajar Mandiri = Modul = BAJJ •Panduan = Petunjuk = Pedoman, •Atlas = Peta •Diagram = Poster
•Brosur = Leaflet = Manual
Bahan Ajar non-Cetak • Internet = Kursus Berbasis Web = e-learning • CAI = Pembelajaran Berbantuan Komputer • Slide • Video / TV • Audio / Radio
Sedangkan Buku Ajar merupakan salah satu bentuk bahan ajar.
Buku Ajar adalah buku ilmiah berupa uraian materi pembelajaran yang disusun secara logis dan sistematis dengan bahasa yang lugas, digunakan dosen dan mahasiswa dalam pembelajaran (Pannen & Purwanto, 2001)
MENGAPA BUKU AJAR PENTING DALAM PEMBELAJARAN?
1. Guru lebih banyak memberikan bimbingan kepada siswa/mahasiswa
2. Siswa dapat belajar sekalipun tidak ada guru
3. Siswa dapat belajar kapan dan di mana saja
4. Siswa tidak terlalu bergantung kepada guru sebagai satu-satunya sumber informasi
5. Siswa dapat belajar dengan kecepatan masing-masing sesuai potensi
Sangat penting yang harus dipahami, mengapa buku ajar ini wajib diwujudkan oleh seorang guru
Mengacu pada TRILOGI PEMBELAJARAN
1. Tujuan,
2. Strategi,
3. Penilaian
Karena Syarat minimal terjadinya pembelajaran adalah mahasiswa/siswa – Materi – Guru/Dosen
Seorang guru memiliki kepentingan untuk memenuhi kebutuhan dalam mengajarnya yaitu dengan menata buku pelajarannya sendiri sesuai dengan mata pelajaran yang kita ampu.
KEUNTUNGAN BUKU AJAR BAGI GURU/DOSEN
1. Promosi & Kenaikan
Pangkat
2. Mendapatkan insentif
3. Finansial-Royalti
4. Eksistensi Diri
5. Media Ekspresi
6. Branding Personal dan Institusi
7. Penguatan Keilmuan; dll. Eksistensi diri
Guru adalah sebagai agen Aktivitas Pembelajaran. Pengalaman dan Kurikulum sebagai pegangan kita dalam menulis buku ajar. Guru membuat RPS dan Silabus. Desain pembelajaran sebagai langkah awal untuk memulai.Semua mata pelajaran yang didesain itu sama dengan outline calon buku ajar. Hasil dari menulis ini akan menghasilkan buku ajar, buku modul dan diktat.
Selain sebagai pengajar seorang guru juga bisa berperan sebagai peneliti. Maka dari hasil penelitiannya tersebut akan menghasilkan buku referensi, monograf, artikel ilmiah, ini bahan untuk menjadi buku.
JENIS-JENIS BUKU AJAR
1. BUKU AJAR,
2. MODUL BUKU,
3. DIKTAT,
4. PETUNJUK PRAKTIKUM,
5. NASKAH TUTORIAL
BUKU HASIL PENELITIAN/PEMIKIRAN
Buku Ajar pada umumnya:
1. Ditulis dan dirancang untuk digunakan siswa/mahasiswa.
2.penjelasan tujuan pembelajaran.
3. Disusun berdasarkan pola belajar yang fleksibel.
4. Strukturnya berdasarkan kompetensi yang akan dicapai.
5. Ada memberikan kesempatan latihan bagi mahasiswa.
6. Selalu memberikan rangkuman.
7. Kepadatan berdasarkan kebutuhan siswa
8. Dikemas untuk digunakan dalam pembelajaran.
9.Memiliki mekanisme untuk mengumpulkan umpan balik dari mahasiswa.
10.Mencantumkan petunjuk penggunaan buku terbuka.
Buku Teks pada umumnya:
1 . Ditulis terutama untuk digunakan dosen atau pembaca umum, dipasarkan secara luas.
2. Tidak selalu menjelaskan tujuan pembelajaran.
3. Disusun secara linier.
4. Strukturnya berdasarkan logika bidang ilmu (isi).
5. Belum tentu memberikan latihan bagi mahasiswa.
6. Belum tentu ada rangkuman.
7. Materi buku teks sangat
8. Dikemas untuk dijual secara umum.
9.Tidak ada mekanisme untuk mengumpulkan umpan balik dari pemakai.
10.Tidak memberikan petunjuk cara mempelajarinya.
CARA PENYUSUNAN BUKU AJAR
1. INFORMASI PENATAAN (teks kompilasi)
Guru/dosen melakukan kompilasi bahan dari berbagai sumber yang telah beredar dipasaran berdasarkan RPS yang telah disusun.
2. PENGEMASAN KEMBALI (informasi pengemasan ulang)
Guru/Dosen melakukan pengemasan kembali dari sumber-sumber yang telah ada disesuaikan dengan kebutuhan kompetensi yang ingin dicapai dalah RPS.
3. MENULIS SENDIRI (memulai dari awal)
Guru/Dosen menulis sendiri berdasarkan kepakarannya berdasarkan RPS mata kuliah yang diampu.
4. PROSEDUR KOMPILASI
Kumpulkan seluruh buku, artikel jurnal ilmiah, dan sumber acuan lain yang digunakan dalam mata pelajaran seperti yang tercantum dalam daftar pustaka di RPS.
5.Tentukan bagian-bagian buku, artikel jurnal ilmiah, dan bagian dari sumber acuan lain yang digunakan per Bahan Kajian sesuai dengan RPS.
Fotokopi seluruh bagian dari sumber yang digunakan per Bahan Kajian sesuai dengan RPS.
Pilahlah hasil fotocopy tersebut berdasarkan urutan Bahan Kajian yang sesuai dengan RPS.
Buatlah/tulislah halaman penyekat bahan untuk setiap Bahan Kajian/BAB.
6. Bahan-bahan yang sudah dilengkapi dengan halaman penyekat untuk setiap Bahan Kajian kemudian dijilid rapi (selanjutnya dicopy untuk dibagi kepada siswa/mahasiswa).
7. Buatlah/tulislah pedoman guru/dosen dan pedoman siswa/mahasiswa untuk mendampingi bahan yang sudah dikompilasi tersebut.
PROSEDUR PENGEMASAN KEMBALI INFORMASI
Informasi yang sudah ada dipasaran dikumpulkan berdasarkan kebutuhan (RPS + RTM) Informasi tersebut disusun kembali/ditulis ulang dengan gaya bahasa dan strategi yang sesuai untuk menjadi buku ajar (digubah), kemudian ditambahkan:
- Kemampuan/kompetensi yang akan dicapai.
- Petunjuk belajar bagi siswa.
- Latihan.
- Ringkas.
- Umpan balik.
- Evaluasi formatif.
PERTIMBANGAN PENULISAN BUKU AJAR OLEH GURU/DOSEN (MENULIS SENDIRI)
1.Guru merupakan pakar dalam bidangnya (menguasai bidang ilmu).
2.Guru mempunyai kemampuan menulis.
3.Guru memahami kebutuhan siswa dalam bidang ilmu yang dibinanya.
4.Guru memiliki kemampuan mendesain pembelajara
PRINSIP-PRINSIP PEMILIHAN MATERI BUKU AJAR
1. RELEVANSI PRINSIP
Materi pembelajaran yang diajukan ada yang ditolak dan memberikan kontribusi bagi upaya upaya penangkapan pembelajaran mata kuliah dan kemampuan akhir. Misalnya, jika kemampuan yang dikuasai berupa menghafal fakta, maka materi pembelajaran siswa yang diajarkan harus berupa fakta.
2. PRINSIP KONSISTENSI/KEAJEGAN
Materi pembelajaran harus konsisten dengan kemampuan akhir yang ingin dicapai, baik dari segi jumlah materi maupun dari taksonominya. Jika kemampuan akhir yang harus dikuasai siswa empat macam, maka materi buku pelajaran yang harus dikembangkan juga harus meliputi empat macam
3. PRINSIP KECUKUPAN
Materi yang diajarkan dalam pelajaran cukup memadai dalam membantu siswa memahami kemampuan akhir yang diharapkan. Bahan tidak boleh terlalu sedikit dan tidak boleh terlalu banyak. Jika terlalu sedikit akan kurang membantu mencapai tujuan pembelajaran mata kuliah dan kemampuan akhir. Sebaliknya, jika terlalu banyak akan membuang-buang waktu dan tenaga yang tidak perlu untuk mempelajarinya.
SISTEMATIKA BUKU AJAR
BAB 1 Pendahuluan
Penyajian
Penutup
Daftar Pustaka
Senarai (glosarium)
Tinjauan Mata Pelajaran : Prakata
֍ Petunjuk Penggunaan Buku Ajar bagi siswa/Mahasiswa
֍ Identitas Mata Kuliah / Mata Pelajaran
֍ Deskripsi Singkat Isi Buku Ajar
֍ Kegunaan Mata Kuliah bagi siswa/Mahasiswa
֍ Capaian Pembelajaran Mata kuliah/mapel
2. BAB I
Kemampuan Akhir
Indikator
Pendahuluan, terdiri dari:
֍ Deskripsi singkat berupa gambaran umum tentang
cakupan bab tersebut.
֍ Relevansi antara bab tersebut dengan pengalaman
yang telah dimiliki mahasiswa atau manfaat bagi
mahasiswa.
Penyajian:
֍ Uraian atau materi penjelasan (sesuai dengan jenis
materi) dan diikuti dengan contoh-contoh.
֍ Ilustrasi yang sesuai dengan uraian materi.
֍ Tugas dan Latihan yang dilakukan setelahnya
membaca deskripsi materi.
֍ Rangkuman/ringkasan dari konsep atau prinsip yang
bahasa.
Penutup, terdiri dari:
֍ Penilaian, konsisten dengan rumusan indikator dan kemampuan Akhir.
֍ Umpan balik, untuk dapat menilai sendiri hasil belajarnya (kunci
tes jawaban).
֍ Tindak lanjut.
DAFTAR PUSTAKA
SENARAI, berupa daftar istilah teknis yang dianggap penting dan perlu dijelaskan.
INDEKS DAFTAR (jika perlu).
Demikian resume dari pertemuan ke-19.Semoga memberi manfaat. Terimakasih kepada Ibu narasumber dan Ibu moderator yang telah berbagi ilmu kepada seluruh peserta. Semua mampu memberi pencerahan dan motivasi untuk berkarya
TANYA JAWAB
Imro'atus Sholihah_Jombang Jatim
Ada istilah bahan ajar, modul ajar, dan diktat. Sepertinya ketiganya hampir sama?
Di antara tiga itu mana yang lebih tepat dibuat dan digunakan?
Bahan ajar biasanya dipakai di kalangan sekolah sendiri, kalau seperti ini siapa yg mengesahkan agar ada nilai KUMnya?
Terima kasih.
ini buku hasil tuangan dari bahan ajar sendiri, sesuai kurikulum dan ssi RPS guru masing2, semua dpt dihargai dan ada nilai KUM, namun yang paling tinggi nilai KUM nya adalah buku hasil penelitian yaitu buku monograf dan referensi
Farida Lisanti
Assalamualaikum Bunda Muda dan Bunda Emut Saya sangat tertarik dengan materi yang disampaikan karena saya juga pernah ikut tim penyusun buku ajar bahasa daerah setempat yg di rekrut Dinas Pendidikan, namun saya mendapat kendala ketika buku ajar sudah siap diajarkan kepada siswa di sekolah-sekolah ternyata banyak guru yang mengajar mapel mulok bahasa daerah ini kesulitan dalam menyampaikan materi sebab melarang bahasa daerah setempat, sedangkan gurunya berasal dari provinsi lain.
Apa yang harus dilakukan saya pribadi, dan Dinas Pendidikan agar pembelajaran bahasa daerah ini dapat dilaksanakan dengan baik?
nah ini juga sangat menarik
kita membuat buku juga berdasarkan hasil observasi bahwa nilai kebutuhan buku tsb yg akan menggunakan hrs sesuai, syukur2 juga melakukan penyebaran angket untuk kebutuhan buku selain observasi dan waancara terkait kebutuhan buku tsb?
di ats sdh sy menjelaskan terkai kemampuan menulis dasanya adalah: Penguasaan Ilmu
Kemampuan Berbahasa
Komitmen Guru
itu bekal dasar bgmn kita menulis buku yg bermanfaat
pengetahuan ttg mata pelajaran ini kan guru tsb yg mendesain indikator2 nya
ini ruhnya buku ajar
jika kita tahu ruhnya buku, maka mengajar itu sangat mudah
dan luapan emosi kita dlm merancang buku itu akan mengikuti gaya pembuatan buku ini, shg buku ini akan tepat sasaran apa yg di butuhkan siswa, krn yg lbh tahu kebutuhan siswa ini adalah guru yg bersangkutan
yesss semangattt ya bpk ibu krn guru adalah model bagi siswa
Saya mau bertanya.
1.Apakah RPP itu termasuk bahan ajar? Karena didalamnya juga terdapat ringkasan materi, dan alat penilaian yang guru buat sendiri
2.apakah modul yang kita buat bisa dikumpulkan dan dijadikan bahan ajar?
Apakah bisa diterbitkan menjadi buku yang ber ISBN?
RPP bukan bahan ajar ttp RPP bisa di pakai sbg outline bahan ajar
Modul kita ini bisa di buat bahan ajar dan bisa banget
Selamat malam bu..
Nama Saya Siti Badriyah dari Lamongan.
Izinkan saya bertanya. Dalam kurikulum guru dibebaskan untuk mengembangkan kemampuan dan kemampuan siswa.
1.Apa manfaat bahan ajar yang kita buat sendiri dibandingkan bahan ajar yang sudah disiapkan negara?
2. Bagaimana cara membuat bahan ajar yang menarik?
Saya Dyah dari Kab. Bandung Barat
1. Ada istilah RPS dan RTM, ini kepanjangannya apa ya?
2. Jika menulis buku tentang penggunaan sebuah aplikasi, apakah harus menggunakan aplikasi versi terbaru atau bisa disesuaikan dengan kebutuhan di sekolah?
3. Untuk buku dari hasil PTK termasuk ke dalam kategori buku apa?
Buku ajar saat ini memang di sarankan untuk mengikuti siswa yg kekinian
aplikasi ? ya sangat bagus apalagi membuat sendiri aplikasi dan implementasinya
Buku hasil PTK, bisa masuk sbg buku referensi yg bobotnya tinggi, KUM nya bisa 40 full, masuk juga sbg buku monograf, krn PTK adalah bagian dari hasil penelitian

Comments
Post a Comment