MARI MENGHIDUPKAN KEMBALI MAJALAH SEKOLAH
Senin, 30 Januari 2023
PERTEMUAN KESEBELAS KBMN PGRI KE 28
Hari, tanggal : Rabu, 1 Februari 2023
Lanjutkan : 11
Angkatan : 28
Narasumber : Widya Setianingsih, S.Pd.
Moderator : Mutmainah, M.Pd.
Tema : Mengelola Majalah Sekolah
Selamat berjumpa kembali dalam pertemuan KBMN PGRI ke 28. Puji syukur kepada Tuhan karena masih diberi kesehatan dan kesempatan untuk mengikuti kegiatan ini. Malam ini tidak terasa sudah masuk pertemuan ke-11. Semoga pertemuan ini lancar diberi kemudahan dalam mengikuti, memahami, dan kemudahan dalam membuat resume. Amin
Pertemuan kali ini bertema "Mengelola Majalah Sekolah". Disampaikan oleh narasumber hebat Ibu Widya Setianingsih, S.Ag. Pertemuan kali ini dipandu oleh moderator Ibu Mutmaimah, M.Pd. Bunda Mutmainah biasa dipanggil Emut yang berasal dari Lebak Banten. Ibu Emut adalah Alumni peserta Belajar Menulis PGRI asuhan Om Jay gelombang 24 (Januari-Maret 2022). Mulai belajar dari nol besar hingga menghasilkan buku solo (hasil 30 kali pertemuan dengan narasumber keren) dan 20 buku antologi.
Profil dan karya narasumber Ibu Widya Setianingsih, S.Ag. sebagai berikut :
Rindu Tanpa Alamat
Rindu ku terjerat terali
Yang mengambang di lekat titian senja
Kedua tangan mendongak merapal doa
Teramputasi berjuta bayangan.
Garis takdir berubah seenaknya
Berbicara seolah penguasa
Menggurui jiwa kosong tak berdaya
Meludahi setiap keluh kesah.
Gigilku diselimuti pagi
Terseok dijalanan sepi
Tarian pilu tertawa bergirang hari
Mencumbui tapi tidak peduli.
Jika inginku saja kau tak mengerti
Lantas untuk siapa lagi aku bermimpi malam ini?
Rinduku tak pernah tiris
Memelihara sabda yang kosong tanpa daya
Aku terdiam di ruang binasa
Dan kau mencibir tanpa dosa.
Sudahlaah....
Widya Arema
Majalah adalah penerbitan yang dicetak menggunakan tinta pada kertas, diterbitkan secara berkala, misalnya mingguan, dwimingguan, atau bulanan. Sedangkan majalah sekolah adalah media komunikasi yang diterbitkan di lingkungan sekolah. Isi majalah sekolah berkaitan dengan kepentingan komunikasi pendidikan dan pengajaran di sekolah.
Keberadaan majalah sekolah tentu sangatlah penting sebagai media penampung karya siswa sekaligus sebagai media komunikasi.Majalah sekolah bersifat informatif, edukatif, dan tentu juga kreatif. Setiap sekolah tentu saja ingin dikenal olah khalayak luas. Baik sekolah negeri, lebih-lebih sekolah swasta. Selain itu sebagai lembaga formal, komunikasi, promosi, dan sosialisasi dengan orangtua, masyarakat sebagai pemangku kepentingan sangat diperlukan. Semua itu dapat terjawab dengan hadirnya Majalah Sekolah.
Akan tetapi tentu sebagian dari kita berpikir, rasanya tidak mampu untuk mempunya majalah sekolah sendiri. SDM kurang, biaya tidak ada dan dukungan dari sekolah kurang optimal.
Hal itu sama dengan yang dirasakan narasumber dan rekan guru ketika merasakan awal mula berdirinya Kharisma (nama majalah sekolah di tempat narasumber). Awal mula, hanya ada dua orang yang merintis terbitnya majalah sekolah. Satu teman sebagai pimred merangkap layouter. Dan narasumber sebagai pemburu berita merangkap bendahara.
Saat itu Majalah Kharisma hanya berukuran setengah kertas folio. Untuk mencetaknya hanya mampu fotokopi. Layout dengan cara gunting dan tempel.Kemampuan menulis apa adanya. Yang diharapkan hanya berbagi informasi, berita, dan cerita tentang anak didik di sekolah. Akhirnya majalah pertama sekolah bisa sampai ke tangan anak-anak didik. Saat itu penggandaan majalah didanai oleh sekolah.
Perjalanan Majalah sekolah yang apa adanya tersebut berjalan hingga dua tahun. Tetap dengan dua crew yang bertugas rangkap. Sampai akhirnya harus melepas majalah Kharisma di tahun ke tiga. SDM yang terbatas dan dana menjadi kendala utama.Dua tahun Kharisma melakukan hibernasi. Selama tidur panjang sibuk berbenah. Crew Majalah dilengkapi. Mulai dari penasehat, penanggung jawab, pimred, bendahara, editor, layout, hingga 4 orang pemburu berita.
Narasumber menyusun proposal yang detail pada pihak yayasan/sekolah. Mencari solusi pembiayaan selain dari dana BOS. Mempercantik tampilan hingga ke percetakan. Mempertebal muatan yang dibebankan dari isi majalah. Akhirnya "KHARISMA REBORN".Tahun 2010 narasumber dipercaya untuk menjadi Pimred. Hal yang berat memang. Tapi karena percaya dan kerja sama akhirnya dapat terwujud karya.
Akhirnya dengan kemauan dan usaha yang kuat, majalah sekolah bisa terbit.Tidak ada halmustahila jika kita mau dan tidak takut mencoba. Berikut ini beberapa contoh dari majalah Kharisma:
1.Cergam Kharisma yang bercerita tentang Kaka dan risma. Dilukis sendiri oleh crew
2.Salam redaksi berisi kata sapaan redaksi kepada pembaca, tema saat itu, dan isi majalah tersebut.
3.Karya siswa, bisa berupa lukisan, puisi, cerpen, karya kerajinan, batik dan lain-lain
4.Artikel do you know, memuat pengetahuan umum populer untuk siswa. Disajikan dalam 2 bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris
5. Kolom kuis atau teka-teki silang, dan tebak gambar berhadiah
LANGKAH LANGKAH MENERBITKAN MAJALAH SEKOLAH
1. Menyatukan ide dan gagasan. Mencari teman-teman yang memiliki jiwa literasi dan organisasi. Membentuk susunan redaksi majalah
2. Mengajukan Proposal.
Membuat proposal meliputi latar belakang, sasaran, susunan redaksi, anggaran dana dsbnya.
3. Membuat rancangan majalah. Menentukan nama majalah, isi berita, biaya dll.
4. Mencari rekanan pendukung. Percetakan, sponsor dll
5. Melakukan sosialisasi ttg manfaat, pentingnya suatu majalah pada orang tua.
Tantangan dan kendala mengelola majalah sekolah :
1. SDM
2. Sumber dana
3. Dukungan sekolah
4. Dukungan stake holder
Susunan Redaksi majalah sekolah:
1. Penasihat
2. Penanggung jawab
3. Pimpinan Redaksi
4 Editod
5. Layout
6. Reporter
7.Fotografer
8. Bendahara
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menerbitkan majalah sekolah:
1. Menentukan nama majalah yang menarik
2.Menentukan kolom atau artikel yang akan muncul di majalah tersebut.
3.Menentukan tema yang sesuai
4. Menentukan cover yang menarik
5. menentukan layout yang menarik
6.Mencari sumber dana
7.Menentukan percetakan yang sesuai kemampuan dan kebutuhan
8. Mengembangkan kemampuan SDM team
9. Jika sudah memenuhi bisa mengajukan ISSBN/QCRBN
10. Tetap solid antar crew
Dilanjutkan ssesi tanya jawab :
1. P1
DI slide 20 ada istilah ISSBN. Kepanjangannya, apa?
Mengacu pada WIKIPEDIA.ISBN (International Standard Book Number) adalah kode pengidentifikasian buku yang bersifat unik. Informasi tentang judul, penerbit, dan kelompok penerbit tercakup dalam ISBN. ISBN terdiri dari deret angka 13 digit, sebagai pemberi bantuan terhadap satu judul buku yang diterbitkan oleh penerbit.
Saat ini Isbn diganti QCRBN.
Yaitu
QRSBN (QR Code Standard Book Number) adalah Aplikasi pengidentikasi Buku dengan teknologi terbaru dengan QR Code sebagai pemberi identifikasi unik secara internasional terhadap satu buku maupun produk seperti buku yang diterbitkan oleh penerbit.
Dengan nama lain kode paten bahwa buku itu adalah karya kita yg tdk bisa di ambil atau di bajak orang lain
2. P2
Mengelola Majalah Sekolah (MS) memang tidak mudah. Betul, diperlukan kemauan kuat. Dan kadang siap apa saja. jika tulisan terlambat datang, kitalah serepnya. Banyak contohnya untuk majalah komunitas semacam ini. Yang nulis itu-itu terus. Tetapi sebenarnya kalau kita punya tabungan naskah, enak. Setidaknya 1,2 penerbitan. Majalah kecilku dulu terbit tiap bulan, jadi sering keponthal-ponthal.Mbak Widia, majalah Sekolah dengan hard cover apa tidak mehong. Apakah Ortu tidak berat membayarnya. wajib kan?
Terimakasih...
Memang semua itu harus memiliki seseorang yg menjadi motor suatu organisasi. Yang mendorong, mengompori crew.
Tapi kita tidak perlu bersusah payah menulis sendiri.
Libatkan SISWA kita untuk ikut serta menulis.
Pasti orangtua akan lebih senang anaknya berkarya.
Kita bisa memanage sendiri budget dari majalah kita.
Majalah Kharisma terdiri dari 40 hal, dgn 10 hal berwarna.
Biaya cetaknya 10 - 11 ribu saja.
Jika ingin lebih menekan budget kurangi halamannya, bisa hitam putih tdk perlu warna.
Apakah orangtua tdk keberatan???
Tentu tidak jika mereka paham dan mengerti ttg pentingnya majalah sekolah.
Bahkan ikut promosi dan bangga dgn adanya majalah sekolah. Lebih2 jika foto anaknya terpampang di majalah. Bisa2 satu RT dipamerin semua.
3.P3
Saya tertarik dengan pernyataan awal dari narsum di pembuka diskusi malam ini. Jika ingin menjadi penulis yang produktif maka kuncinya adalah MAU. Pertanyaannya: Bagaimana cara menjembatani dari kondisi TIDAK MAU menjadi MAU MENULIS. Adakah tips yang narsum bisa bagikan kepada kami peserta KBMN 28 untuk mengatasi situasi TIDAK MAU menjadi MAU MENULIS?
Untuk menjadi MAU, semua berpulang pada diri kita masing2.
Tanyakan pada hati kita, apa yg akan kita torehkan dalam hidup ini?
Apa yang bisa kita berikan pd anak cucu utk mengenang kita?
Niat, dan komitmen.
Itu kuncinya.
Bergabung dgn komunitas menulis akan menjaga niat kita menulis tetap menyala.
Mengutip pernyataan bunda Kanjeng diawal kelas dulu.
Jadikan keinganan mau menulis sebagai suatu kebutuhan.
Jadikan keinginan menulis seperti UDARA, yang akan membuat kita sesak nafas tanpanya.
Jadikan menulis sebagai RENJANA yang membuat kita ketagihan jika tidak menulis.
4.P4
Saya sangat tertarik dengan materi hari ini, dan ingin mewujudkan Majalah sekolah, kendalanya saya kurang menguasai langkah²nya.
Untuk itu saya mohon bimbingannya, bagaimana langkah atau trik sederhana untuk membuat majalah sekolah yang simpel dan menarik, sehingga harapan nantinya mendapat dukungan dari sekolah, guru dan orang tua siswa.
LANGKAH LANGKAH MENERBITKAN MAJALAH SEKOLAH
1. Menyatukan ide dan gagasan. Mencari teman-teman yang memiliki jiwa literasi dan organisasi. Membentuk susunan redaksi majalah
2. Mengajukan Proposal.
Membuat proposal meliputi latar belakang, tujuan, susunan redaksi, anggaran dana dsbnya.
3. Membuat rancangan majalah. Menentukan nama majalah, isi berita, pendanaan dll.
4. Mencari rekanan pendukung. Percetakan, sponsor dll
5. Melakukan sosialisasi ttg manfaat, pentingnya suatu majalah pada orngtua.
5.P5
Apakah ketika bunda buat kharisma , majalah itu di gratiskan artinya yg bayar sekolah atau dari orang tua
2.berapa banyak halaman ideal sebuah majalah di sekolah
1. Pada awal terbit majalah dibiayai sekolah. Sekolah mengalokasikan dana BOS untuk majalah. Saya sudah pernah cek pada juknis BOS dan ternyata ada list yang membolehkan kita mengalokasikan dana BOS untuk buku termasuk majalah.
Seiring berjalan waktu orangtua menyadari pentingnya media komunikasi di sekolah.
Mereka bersedia membeli majalah itu.
Tidak mahal pak untuk harga 15.000 dalam waktu 6 bulan sekali.
2. Tebal tipisnya majalah tergantung pada kita. Misalnya tingkatan sekolah. Semakin tinggi tingkatan sekolah maka bisa ditambah halamannya.
Kharisma sendiri adalah konsumsi anak SD, maka kami lebih banyak menampilkan foto dan gambar sebagai berita.
6.P6
Bagaimana proses yang mudah untuk mengajukan ISSN/ISSBN ?
Apa syarat-syaratnya?
Untuk Kharisma kemarin sy minta tolong penerbit yg menguruskan. Murah kok hanya sekitar 300 ribu.
Syaratnya tentu ada karya sendiri dan surat pernyataan karya sendiri.
Jika ingin mengurus sendiri
1. Mengisi formulir surat pernyataan disertai dengan stempel penerbit dengan menunjukkan bukti legalitas penerbit atau lembaga yang bertanggung jawab (akta notaris)
2. Membuat surat permohonan atas nama penerbit (berstempel) untuk buku yang akan diterbitkan
3.Mengirimkan atau melampirkan fotokopi karya kita
Apa perbedaan majalah sekolah, jurnal, buletin?
Setahu saya kalau majalah itu ISSN, kalau buku baru ISBN
7.P7 Perbedaan koran, majalah, tabloid, buleti
Perbedaannya
Majalah
- Ukuran umumnya A4, Letter dan B5 atau F4
- Kertas yang digunakan lebih halus dan tebal (art paper/art carton)
- memuat artikel yang berisi topik popular bagi masyarakat umum
Tabloid
- Ukuran umumnya A3
- Kertas yang dipakai lebih kasar dan tipis (kertas koran)
- Cenderung mengangkat artikel tentang gosip, astrologi, berita kriminal dan olahraga
Buletin
- Ukuran umumnya F4, A5 atau A4
- Kertas yang digunakan lebih halus (art paper)
- memuat artikel yang berisi topik kejadian popular
8. P8
Bun izin bertanya kira kira ongkos cetak per bukunya berapa ya?
Saat ini 40 halaman, 10 warna 11 ribu.
Hard cover
9.P9
Adakah cara yang paling sederhana untuk memulai membuat majalah sekolah?
Bisa.. Yang pertama membuat mading. Biasakan mengganti mading secara berkala.
Yang kedua buat buletin saja.
Lebih sempit beritanya dan berita tidak harus terlalu luas. Sehingga tidak terlalu tebal
9.P10
Bisakah majalah yang ber ISBN mendapatkan nilai angka kredit.
Minimal sejajar dengan jurnal!
Bisa paak.
Pak Catur Pimred Majalah SUARA GURU PGRI pernah menyampaikan ini.
Maklum saya kan bukan PNS pak hadi tidak begitu faham dgn angka kredit.
11.P11
Ijin bertanya, ibu widya..alhamdulillah sekolah saya sudah punya majalah sekolah baru menerbitkan edisi ke 5 ini sejak thn 2018, ada tim redaksi yang bertugas menulis dan menghimpun berita ttg kegiatan sekolah selama 1 thn berjalan, namun belum mewakili setiap kelas punya rasa memiliki thd majalah tsb. Bagaimana cara yang tepat yang sudah diterapkan Bu Widya, agar berita yang dimuat di majalah sdh mewakili semua kelas., atau ada tips yg bisa dibagikan majalahnya bisa eksis sdh edsi ke 23..trimaksh.
berapa harga setelah didistribusikan ke warga sekolah?
karena majalah saya seharga 30 s.d. 35 rb, kualitas kertas berwarna dan tebal
Untuk menggugah rasa memiliki kita bisa menggunakan berbagai cara bun.
Libatkan siswa melalui gurunya.
Misalnya guru bhs Indonesia, anak- anak kita akan membuat puisi bebas. 3 Karya terbaik akan kita tampilkan di Majalah sekolah.
Kemudian minta kpn rekan2 guru untuk mendokumentasikan kegiatan belajar yang aktif dan menyenangkan. Tampilkan di majalah. Anak2 pasti suka fotonya ada disitu. Dan tentunya dari rasa senang akan timbul rasa memiliki.
Harga cetak 11 ribu
Harga jual 20.000
12.P12
Magelang.Bagaimana tips dan cara agar bpk ibu guru MI RA BA punya keinginan untuk menulis dan membuat Majalah sekolah dan mading?
Membayangkan betapa senangnya guru guru kami di Magelang bisa mendapatkan ilmu dari Ibu Widya dan Ibu Emut dan bertemu Ibu Widya dan Ibu Emut
Senang juga jika kami bisa berbagi ilmu.
Tidak harus tatap muka Bun. Kita bisa via zoom. Hubungi moderator saya jika berkenan.
Cara ampuh yang bertama adalah pressure...
Bukan tekanan dengan kekerasan ya bun. Campur tangan pimpinan perlu dalam hal ini.
Misalnya kepsek memberi tugas pd gurunya untuk mengisi mading. Setiap kelas diberi tanggung jawab untuk merawat, mengisi mading masing2.
Lakukan penilaian mading yg terbaik.
13.P13
1. Apakah diawal pembentukan majalah sekolah dulu Bu Widya melakukan sosialisasi terlebih dahulu? Yang melibatkan pihak sekolah serta ortu siswa/ komite sekolah. Karena ini ada kaitannya dengan dana.
2. Bagaimana kiat atau trik dari majalah kharisna untuk meningkatkan minat guru dan siswa menulis? Karena di sekolah saya untuk mading saja susahnya minta ampun. (Promo dan anjuran sudah luar biasa loh, sampai ada reward dari perpustakaan).
Terimakasih.
1. Ya betul, kami membuat proposal dulu. Kita ajukan pd yayasan, kepsek, komite.
Setelah itu sosialisasi dgn mereka.
Setelah itu sisialisasi dgn orngtua
2. Minat itu ibarat air, harus ada kincir angin yg menggerakkan. Butuh motor untuk membuat air itu bergerak.
Jangan pernah menyerah itu kuncinya bun...
14.P14
Perjalanan memulai hingga dapat menerbitkan majalah sekolah yg disampaikan Bu Wid sangat memotivasi saya, karena di sekolah saya belum ada majalah sekolah. Kalaupun saya berniat mau menerbitkan majalah, saya masih ragu, karena saya tidak mungkin berjalan sendiri.
Pertanyaan saya Bagaimana cara meminta persetujuan kepala sekolah dan minta bantuan rekan guru?
Jika ibu benar berminat yg pertama tanyakn pada hati ibu.
Wahai hati siapkah kita berjuang?
Jika hati sudah kuat mulailah mencari rekan sejiwa, yg betul2 cinta literasi.
Diskusi dgn kepsek apa visi, misi, dan manfaat majalah.
Lanjut tuangkan dalam proposal agar jelas
15.P15
Materi malam ini sangat mengunggah saya utk bisa mengikuti jejak ibu, dan kebetulan kami baru membentuk komunitas menulis di sekolah saya. Pertanyaan saya Kendala apa aja yg ibu hadapi saat awal merintis pembuatan majalah ini dan kiat memghadapinya, kemudian apa yang harus kita lakukan agar ada daya tarik dari sekitar untuk bisa mendukung kita mewujudkan majalah ini.
Selamat yaa untuk komunitasnya
Masalahnya
SDM dan SUMBER DANA
Solusi
✅Niat yang kuat
✅pantang menyerah
✅komitmen
✅doa
Agar berdaya tarik, jadikan majalah kita sbg magnet. Beritanya bergizi, akurat dan dibutuhkan pembaca
16.P16
Bagaimana kita tahu tulisan kita atau majalah kita bisa diterima atau tidak? Maksudnya layak utk menjadi majalah sekolah
Jadikan siswa dan rekan guru kita sbg sample pertama.
Minta pendapat dari mereka.
Insyaallah akan ada bnyk masukan untuk menjadi layak
17.P17
ssalamualaikum, saya bu yuni dari kab bekasi, terimakasih infonya memgispirasi, mau bertanya jika mau membuat majalah online apakah langkah2nya sama dengan majalah offline, baiknya terbit brp kali dalam setahun jika online, jika majalah yang mau dibuat misal khusus unk guru pai bagaimana tipsnya agar diminati dan mau dibeli atau mau berpartisipasi mengisi majalahnya terimakasih
Pada saat pandemi kbm dionlinekan.
Akhirnya kami berpikir majalah kami online juga.
Langkahnya sama bun. Hanya tdk perlu di cetak.
Bisa bentuk pdf kita kirim ke wa grup kelas, di webnsite sekolah, atau medsos lainnya.
Terbit setahun 2 kali.
Mengingat kita adalah guru dhn kesibukan yg tdk sedikit.
Agar diminati berarti harus bermanfaat.
Diskusikan pentingnya berbagi ilmu lewat majalah sbg sarana mencapai ilmu yg bermanfaat.
Demikian kegiatan KBMN ke-11, banyak ilmu yang telah kami peroleh. Semoga senantiasa memberi motivasi bagi kami peserta KBMN untuk terus semangat menulis dan mau berkarya. Terima kasih kepada narasumber dan moderator, juga Bapak, Ibu peserta lain yang sudah aktif bertanya, sehingga menambah masukan bagi kami. Salam sehat dan bahagia.
.jpeg)



.jpeg)

.jpeg)

Comments
Post a Comment