MENJADIKAN MENULIS SEBAGAI PASSION, RENJANA YANG TAK KUNJUNG PADAM



Resume Hari kedua

Tanggal                : 11 Januari 2023

Tema                    : Menjadikan Menulis sebagai Passion

Narasumber          : Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd.

Moderator             : Widya Setianingsih, S.Ag.





      Selamat malam Bapak Ibu, dan Saudara penggiat literasi. Hari ini adalah hari Rabu, 11 Januari 2023, ketika waktu menujukkan pukul 19.00 WIB, kegiatan pelathan menulis KBMN hari kedua dimulai. Sungguh suatu kebanggaan tersendiri bisa mengikuti kegiatan pemaparan materi dari Ratu Antologi yaitu Ibu Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd. Kegiatan hari kedua dipandu oleh moderator yang ramah dan sangat puitis yaitu Ibu Widya Setianingsih, S.Ag  dan Narasumber seorang Ibu yang sangat energik yaitu Ibu Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd.

     Sebelum kita mendengarkan pemaparan dari narasumber ada baiknya kita mengenal dahulu Beliau. Ibu Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd lulus S1 dari FKIP Bahasa Inggris UNS dan S2 dari UMS. Profesi beliau sebagi guru, pegiat literasi nusantara, menjadi editor sejak 2019, motivator, dan blogger. Menjadi pengurus PGRI Surakarta Jawa Tengah dan telah melahirkan 21 buku.. Ibu  Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd yang sering dipanggil dengan panggilan Ibu Kanjeng ini mempunyai hobi silaturahmi, traveling, dan membaca.Ibu Kanjeng sungguh-sungguh menginspirasi dan memotivasi untuk tetap melanjutkan karya meskipun penuh dengan tantangan.Terima kasih kepada Ibu narasumber.

     Kegiatan dibuka oleh Ibu Widya dengan puisi yang sangat menyentuh jiwa. Setiap kata adalah pilihan dan penuh dengan makna. Diawali juga dengan kata-kata penyemangat 
    "Orang-orang yang sukses hanyalah mereka yang memiliki kebiasaan sukses".
Ketika kita diajak untuk menjadikan menulis sebagai passion. Passion atau renjana merupakan kecenderungan yang kuat terhadap suatu aktivitas yang digemari seseorang. Menulis hendaknya dilakukan dengan rasa senang dan penuh cinta.

     Seperti pemaparan yang disampaikan Ibu Kanjeng,  menulis bisa menjadi passion yang menjanjikan, karena kemampuan menulis dipandang sebagai indikator intelektualitas dan kematangan berpkir.Selain itu, hingga hari ini profesi penulis merupakan salah satu pekerjaan yang sangat dihormati dan dihargai secara sosial.

   Meskipun demikian masih saja banyak kendala dan hambatan yang dirasakan oleh penulis maupun pemula, yaitu : Merasa tidak memiliki bakat menulis, tidak mempunyai waktu untuk menulis, tidak memiliki ide untuk menulis, tidak mau diberi kritik,  dan tidak suka menulis  Oleh karena itu perlu alasan bagi kita yaitu alasan untuk menulis, yaitu : mengapa kita menulis, bagaimana cara kita menulis, dan kapan kita mulai menulis. 

Langkah-langkah menjadi penulis yang baik adalah sebagai berikut :
1. Untuk menjadi penulis yang baik kita perlu membaca banyak buku baik yang bersifat general (umum) maupun spesifik ( misalnya sesuai dengan latar belakang akademik atau interest pribadi kita)
2. Hal ini pentingkarena ide dan gagasan seringkali muncul saat kita mendialektikan bahan bacaan yang kita baca dengan bacaan orang lain atau dengan diri kitasendiri. Bila diperlukan, ada baiknyakita memiliki mentor menulis yang tepat.
3.Baik secara langsung maupun apa yang kita lihat dan baca di media.
4.Berapa banyak pengetahuan, pengalaman dan kisah orang lain yang dapat kita serap.

Motivasi menulis :
Hadist Nabi yang mengatakan  "Khoirunnas anfa'uhum linnas".

Menulis adalah proses yang membutuhkan kesabaran. Sebagai penulis pemula sebaiknya lebih fokus pada ketekunan (persistence) dalam proses menulis. Tulislah semampu kita terlebih dahulu. Jangan berpikir harus sempurna, dan jangan terlalu idealis. 

Beberapa hal yang perlu dipersiapkan diawal menulis yaitu :
1. Menggali dan menemukan gagasan/ide
2. Menentukan tujuan, genre, dan segmen pembaca
3. Menentukan topik
4. Menentukan outline
5. Mengumpulkan bahan/materi/buku

Setelah selesai menyelesaikan naskah kasar dari buku yang kita tulis (draf) maka kita masih mellui beberapa tahapan hingga terbitnya buku, yaitu :
1. Editing
    -membaca ulang
    -menyempurnakan draf
2. Revising
    - mengubah beberap bagian naskah
    -melengkapi naskah
    -mengevaluasi kembali naskah untuk menihilkan kesalahan tulis
3. Publishing
    -pengiriman naskah
    -pracetak(perwajahan buku, tata letak, ISBN, proof reading)
    - pencetakan
    -promosi dan publikasi

      Kegiatan menulis sebagai sebuah passion yang menjanjikan, maka kegiatan menulis itu merupakan renjana atau kerinduan. Sehingga ketika tidak menulis gairah dan renjana itu seakan mencabik rasa dan keinginan itu meronta ingin segera melakukan.

     Menulis menjadi sebuah gairah yang dimiliki.Kita bisa menjaga passioan itu dengan menyalurkannya menjadi sesuatu yang selalu ingin dilakukan.Sehingga tidak pernah padam.Begitu pun dalam proses menulis. Ketika menulis sudah menjadi renjana, maka ketika tidak menulis akan muncul kerinduan untuk menulis lagi dan lagi. Menulis bukan lagi sebagai beban tetapi sebagai kebutuhan. Jadi ketika kita belum menulis rasanya masih ada yang kurang.

     Menulis juga merupakan salah satu cara untuk healing. Berbagai persoalan hidup sehari-hari bisa kita curahkan melalui tulisan. Sehingga rasa hati menjadi lebih ringan dan plong. Tak ayal lagi semua persoalan mampu mendapat solusinya.

Selanjutnya pada sesi tanya jawab ada beberappertanyaan yang disampaikan peserta, antara lain  menulis di era digital apa masih relevan, kegiatan literasi di sekolah, kegelisahan tentang penulisan buku di tengah masyarakat yang kurang suka membaca. Ibu Kanjeng memotivasi dengan jawaban yang mencerahkan.


     Akhirnya terima kasih kepada Ibu Kanjeng yang telah membagi ilmu yang sangat mencerahkan dan memotivasi. Terima kasih kepada Ibu Widya yang dengan semangta memandu kegiatan yang ceria dengan puisi-puisi yang indah. Terima kasih kepada semua tim solid yang selalu membantu peserta dalam pelatihan ini. 


.










 









Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

STRATEGI PEMASARAN BUKU

USAHA MENERBITKAN BUKU

MENGGUNAKAN BLOG SEBAGAI MEDIA DOKUMENTASI REFLEKSI DIRI SISWA